Description
Yang Terpungut dan yang Musnah
Nama Penulis: Adiyad Riyadh ML
Nama Penerbit: Lembaga Taman Baca Masyarakat Perisai Pena
Jumlah Halaman: 122
Ukuran: 13×19
ISBN: 978-623-99261-2-0
Sinopsis Singkat:
Yang Terpungut dan yang Musnah. Demikianlah senandung nyanyian abadi segala tiada. Air, angin, api, dan tanah. Sehabis gelar majelis, kitapun berbenah. Seperti biasa: kembali ke rumah, ke sawah, pabrik, pasar, jalanan, kantor, istana, serta desa dan kota. Pula… beranjak lah kita untuk rebahkan badan pada dipan peraduan dengan enggan mengabarkan pada sekeliling perihal gelar majelis tersidangkan.
Cakrawala terhampar, wahana terkendara kan, kita pun memulai perjalanan. Pacu mesin produksi betapa dipacu mesin birokrasi dengan maksud agar tercukupi; sepanjang hari juga malam. Berdesakan berhimpitan, seketika berhamburan terserak pada belantara purba ketakwarasan: terpungut perlahan, musnah berguguran berjatuhan.
Keanggunan bermula dari lukiskan kisah sebelum kita mulai perjalanan, memacu mesin produksi betapa dipacu mesin birokrasi. Manusia… manusia… manusia… beraksara kendara logika serta rasa, meramu rumus-rumus etika menjarah segala tiada pada tapa negara. Terjemahkan ilham napas pada baris-baris konstitusi, bersekat-sekat pada istana moral diri, tak sadar: Berbuah Keanggunan Terberi.
Jalan panjang tak bertuan kita tempuh. Betapa perang dan damai, petaka serta nirwana sebagai irama hidup kelaziman semata, oleh murka atas dusta tiap musim berganti. Maut, sedemikian menjadi hidangan istimewa dalam acara santap senjakala.
Biar payah, susah, sungguh keras kita tak mendapat arti. Pada setiap musim pasti coba kita menerjemahkan kembali, pada apa yang pernah diwasiatkan oleh sunyi: Bahwa Keanggunan Manusia tiada Terberi. Bilamana datang narasi yang tercukupi, menggilas napas-napas keluguan, menindas sekalian harap membusuk berserakan, tak becus memberi ukuran atas pilihan hidup bermoral ketuhanan: betapa konstitusi serta birokrasi, tiada melebur diri pada moral keanggunan, tiada tertetapkan logika kejernihan… demikianlah kita berdosa dua kali pada Tuhan, hingga narasi kisah menyebar berita: Yang Terpungut dan yang Musnah.






Reviews
There are no reviews yet.