Description
Judul Buku: Sastra Sufistik: Dari Kesusastraan Pesantren, Suluk, dan Kedaulatan Diri
Penulis: Raha Bistara
Nama Penerbit: Lembaga Taman Baca Masyarakat Perisai Pena
Jumlah Halaman: xiv+236
Ukuran: 13×19
ISBN: 978-623-99261-7-5
Sinopsis Singkat: Para Wali yang menjadikan mandala sebagai pesantren tentu merumuskan penyaduran naskah-naskah warisan nenek moyang yang beragama Hindu-Budha berupa suluk, syairan, kidung, primbon, dan hikayat. Penyaduran itu antara lain Suluk Sunan Kalijaga, Suluk Sunan Bonang, Suluk Sunan Giri, dan Warsita Jati Geseng. Selama penjajakan penulis di dunia pesantren, penulis tidak menemukan nama-nama warisan kesusastraan sufistik di atas. Terkecuali Kitab Tafsir Jalalain sampai detik ini masih akrab untuk dirapalkan.
Bahkan kesusastraan yang Iain yang diguratkan oleh para wali seperti Sunan Kalijaga Kitab Jamus Kalimasodo, Serat Dewa Ruci, dan Jaka Sumantri hampir tidak ditemukan di dalam lembaga pendidikan pesantren yang hari-hari ini sedang familiar. Ada benarnya jika dikatakan, dalam mencari akar kesejarahan Islam Nusantara tidak bisa melulu dicari khazanahnya di dalam dunia pesantren sekarang, tetapi juga harus melawat ke tradisi kesusastraan keraton yang masih banyak menyimpan ribuan naskah kesusastraan Islam yang bercorak Islam Nusantara. Dalam hal ini para santri-lah yang lebih siap mendalami dan memendarkan wacana tersebut karena sudah dibekali dengan ilmu agama baik yang bercorak eksoteris maupun yang coraknya esoteris (sufistik).
Buku ini merupakan kumpulan esai yang mencoba untuk mengurai kembali wacana Jawa-Islam sekaligus menggali sejarah masa silam dan meneguhkan kedaulatan diri.






Reviews
There are no reviews yet.